Engkau muncul di padang sahara,
gurun yang tandus itu tampak bagai padang rumput yang hijau
Engkau datang ke dunia membawa fajar yang bercahaya
Pulau kecil kami ada di bola matamu
Butir-butir pasir ini menebarkan aroma kasturi dan ambar
Engkau Pancarkan cahaya orang-orang badui yang telanjang kaki
mereka menyambutmu dengan suka cita seraya mengumandangkan nama Allah
Engaku senandungkan syiar kepada abak-anak mereka.
mereka menyambutnya dengan gembira seraya memuji kebesaran Allah
Engkau tepati janjimu pada kami waqhai pemimpin kami
Seluruh hati kami adalah mimbarmu
Engkau tempatkan kami di pelataran cinta
Setelah lama kami tak mengenal kata cinta
Engkau taburi dunia dengan cinta semanis kurma
Engkau tebarkan di bumi kasih nan wangi sewangi kasturi
Bersama agama yang benar hidup kami terasa nyaman
Bersama wahyu kami bahagia, dan bersama ayat kami bersuka cita
Kami tulis perjanjian dengan pena kesetiaan
dan namamu ada dalam daftar orang-orang yang tercantum di sana
Meski Tito dianggap sebagai pahlawan, tapi ia kafir
Walau Nehru cerdas, tapi ia membelakangi wahyu
Bagi kami, Napoleon pantas mendapat kutukan dan kehinaan
Lenin dan Hitler adalah dua lambang kesesatan
Sedangkan Engkau seorang Muslim yang Hanif, yang berjalan di jalan yang lurus
Salat engkau tegakkan, al-Qur'an enngkau tafsirkan
Orang-orang kafir itu terhina akibat kezaliman, kekejaman, dan kekerasan
Sedankan engkau dimuliakan karena pertolongan Allah SWT
Engkau bukan pengikut sekte yang menentang Tuhan
Bukan pula penganut faham yang mengingkari rislaah
Tapi denganmu Tauhid menghunuskan pedangnya
Denganmu kebenaran memancarkan cahayanya
Engkau mendapatkan kekuatan bukan lewat pemilihan Umum
bukan lewat voting suara atau partai penebar janji
Melainkan dengan pedang kebenaran yang meyakinkan
Bersama Al-Qur'an yang menyingkap kegelapan dan kesamaran.
******
gurun yang tandus itu tampak bagai padang rumput yang hijau
Engkau datang ke dunia membawa fajar yang bercahaya
Pulau kecil kami ada di bola matamu
Butir-butir pasir ini menebarkan aroma kasturi dan ambar
Engkau Pancarkan cahaya orang-orang badui yang telanjang kaki
mereka menyambutmu dengan suka cita seraya mengumandangkan nama Allah
Engaku senandungkan syiar kepada abak-anak mereka.
mereka menyambutnya dengan gembira seraya memuji kebesaran Allah
Engkau tepati janjimu pada kami waqhai pemimpin kami
Seluruh hati kami adalah mimbarmu
Engkau tempatkan kami di pelataran cinta
Setelah lama kami tak mengenal kata cinta
Engkau taburi dunia dengan cinta semanis kurma
Engkau tebarkan di bumi kasih nan wangi sewangi kasturi
Bersama agama yang benar hidup kami terasa nyaman
Bersama wahyu kami bahagia, dan bersama ayat kami bersuka cita
Kami tulis perjanjian dengan pena kesetiaan
dan namamu ada dalam daftar orang-orang yang tercantum di sana
Meski Tito dianggap sebagai pahlawan, tapi ia kafir
Walau Nehru cerdas, tapi ia membelakangi wahyu
Bagi kami, Napoleon pantas mendapat kutukan dan kehinaan
Lenin dan Hitler adalah dua lambang kesesatan
Sedangkan Engkau seorang Muslim yang Hanif, yang berjalan di jalan yang lurus
Salat engkau tegakkan, al-Qur'an enngkau tafsirkan
Orang-orang kafir itu terhina akibat kezaliman, kekejaman, dan kekerasan
Sedankan engkau dimuliakan karena pertolongan Allah SWT
Engkau bukan pengikut sekte yang menentang Tuhan
Bukan pula penganut faham yang mengingkari rislaah
Tapi denganmu Tauhid menghunuskan pedangnya
Denganmu kebenaran memancarkan cahayanya
Engkau mendapatkan kekuatan bukan lewat pemilihan Umum
bukan lewat voting suara atau partai penebar janji
Melainkan dengan pedang kebenaran yang meyakinkan
Bersama Al-Qur'an yang menyingkap kegelapan dan kesamaran.
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar